"Upacara Bendera Digital 17 Agustus"

Penulis: bepe, 17 August 2011

Solo 15 Agustus 2011..

Alarm handphone saya menyalak dengan nyaringnya siang itu, dengan segera sayapun meraihnya dan mematikan alarm tersebut. Jam menunjukkan pukul 15:00 WIB, itu artinya saya atau kami lebih tepatnya harus segera menuju bus tim nasional yg diparkir di depannya hotel, bus sendiri akan bergerak menuju stadion manahan untuk berlatih tepat pukul 15:15 WIB..

Ketika dalam perjalanan menuju stadion manahan, masuklah sebuah BBM dari salah satu sahabat saya. Inti dari BBM itu sendiri adalah, sahabat saya tersebut ingin mengajak saya untuk berpartisipasi dalam sebuah acara untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus..

Jawaban singkat saya ketika itu adalah: 

"Aku latihan dulu ya om, nanti abis nyangkul (Berlatih) kita bahas lagi"..

Singkat cerita pada malam harinya sayapun berdiskusi panjang lebar mengenai ajakan sahabat saya tersebut. Inti dari ajakan tersebut adalah, tawaran untuk menjadi salah satu pembina upacara dalam Upacara Bendera 17 Agustus yg akan dilaksanakan secara digital. Jujur saya katakan disini, jika saya sama sekali tidak dapat menangkap maksud dari ajakan sahabat saya tersebut..

Upacara bendera secara digital..?? Sebagai kuli lapangan yg boleh dikatakan gagap tehnologi, maka hal tersebut tidak pernah terlintas dalam benak saya. Jangankan mengetahui prosesi upacara bendera di dunia maya, membayangkanpun rasanya otak saya sudah tidak mampu hehehe..

Akan tetapi setelah sahabat saya tersebut menjelaskan dengan sabar dan detail mengenai acara tersebut, akhirnya sayapun memutuskan untuk ikut bertisipasi. Apa yg harus saya lakukan hanyalah menyusun sebuah pidato singkat yg berisi ajakan untuk mengisi kemerdekaan sesuai dengan bidang saya, merekamnya dan mengirimkannya melalui email kepada panitia. Rekaman suara pidato saya tersebut nantinya dapat diakses oleh masyarakat luas yg mengikuti prosesi upacara tersebut melalui dunia maya..

Dalam hal ini saya tidak sendiri menjadi pembina upacara, karena juga terdapat beberapa tokoh yg mewakili beberapa bidang juga akan melakukan hal yg sama seperti saya lakukan. Maka malam itu juga dibantu oleh sahabat saya terebut, sayapun mulai menyusun sebuah pidato singkat yg boleh dikatakan rangkuman dari artikel-artikel yg selama ini saya tulis di website pribadi saya www.bambangpaumngkas20.com..

Setelah naskah tersebut tersusun dengan rapi, Maka malam itu juga saya merekamnya melalui Voice Memo di iPhone saya. Mengingat saya jarang sekali melakukan pidato secara resmi, maka saya sempat mengulang-ulang rekaman tersebut hingga kurang lebih 4 kali. Setelah saya rasa cukup baik, maka sayapun mengirimkan rekaman suara dengan aksen jawa kental tersebut ke panitia melalui email..

Sejujurnya saat merekam suara tersebut saya berusaha membayangkan menjadi Bung Karno yg tengah berpidato di depan masyarakat luas. Hal tersebut saya lakukan agar timbul rasa nasionalime dalam diri saya, sehingga intonasi sayapun dapat selaras dengan tema pidato yg berisi ajakan untuk mengisi kemerdekaaan dengan optimisme dan mimpi yg tinggi..

Melihat begitu Khusyuknya saya merekam pidato tersebut, membuat rekan sekamar saya Firman Utina sempat kebingungan dan mengira saya tengah setres hahahaha. Akan tetapi setelah saya jelaskan mengenai mengapa saya berlaku demikian, maka Firmanpun menjadi cukup antusias dan turut membantu saya untuk memilih mana kira-kira dari 4 rekaman tersebut yg pantas untuk saya kirimkan..

Melalui artikel ini saya juga ingin memohon maaf kepada rekan-rekan yg mengikuti prosesi upacara bendera digital 17 Agustus 2011. Mohon maaf jika intonasi dan artikulasi saya dalam berpidato jauh dari kata baik, apalagi jika dibandingkan dengan sang proklamator yg juga salah satu idola saya Bung Karno. Akan tetapi percayalah, jika saya telah berusaha semaksimal kemampuan saya untuk terdengar jelas serta khidmat hehehe..

Upacara bendera digital tersebut dapat diakses di www.id-optimis.org mulai jam 07:00 WIB, sedang upacara itu sendiri akan dimulai pada pukul 08:00 WIB. Dibawahnya ini saya lampirkan naskah pidato yg saya rekam untuk Upacara Bendera 17 Agustus Digital, yg akan dilaksanakan pada hari ini 17 Agustus 2011:

Mimpi merdeka Bangsa Indonesia..

Salam hormat dan terima kasih yang sebesar besarnya kepada rekan-rekan semua yg selama ini sudah mendukung kami tim nasional Indonesia. Kepada rekan-rekan semua yg telah memerah putihkan gelora bung karno. Kepada rekan-rekan semua yg menyanyikan Indonesia raya dan garuda di dadaku. Kepada rekan-rekan semua yg telah berteriak menyemangati. Juga kepada rekan-rekan semua yg berbisik lirih dalam doa untuk kemenangan..

Seperti yg kita sekalian ketahui bersama, bahwa saat ini bangsa kita memang tengah sedikit terpuruk. Akan tetapi sebenarnya ini merupakan tanggung jawab dan kewajiban kita para generasi muda untuk mengembalikan kebesaran bangsa ini. Tentu melalui keahlian serta profesi kita di bidang masing-masing. Karena dengan bekerja keras dan memberikan hasil terbaik dalam setiap apapun profesi kita, maka tanpa kita sadari kita telah turut serta dalam membangun bangsa ini, walau dalam skala yg sangat kecil. Apapun baik buruknya bangsa ini tetaplah negara kita. Kita adalah bangsa yg besar dan berbanggalah kita telah menjadi bagian dari bangsa ini..

Seperti yg teman-teman seperjuangan ketahui, saya adalah pribadi yg tidak pernah berhenti bermimpi. Sejauh ini saya telah mampu mewujudkan beberapa diantara mimpi-mimpi tersebut. Akan tetapi harus juga saya akui, jika masih banyak diantara mimpi-mimpi tersebut yg belum dapat saya wujudkan. Salah satu diantaranya adalah mimpi untuk memberikan gelar kepada tim nasional Indonesia. Mimpi tersebut masih ada hingga saat ini. Sehingga jika saya masih diberi kepercayaan serta kehormatan untuk mengenakan seragam merah putih berlambang burung garuda. Maka sudah barang tentu saya akan terus berusaha keras sekuat tenaga untuk mewujudkannya .. 

Batu karang memanglah sangat keras, akan tetapi dapat terlubangi juga oleh tetesan air dalam jangka waktu yg lama dan terus menerus. Cobaan dalam hidup memang sangatlah berat, akan tetapi yakinlah jika akan dapat kita lewati dengan kerja keras, ketekunan, semangat pantang menyerah, keyakinan serta di dukung dengan doa..

Teman-teman sebangsa dan setanah air. Sebagai manusia, kita tidak akan pernah tahu apa yg akan terjadi di masa yg akan datang. Karena sejatinya hal terpenting dalam sebuah kehidupan adalah, bagaimana kita berusaha semaksimal mungkin dalam setiap kesempatan, menjalani dengan sepenuh hati, dan menerima apapun yg terjadi dengan ihklas serta lapang dada..

Kita boleh saja tidak memiliki kompas ataupun peta. Akan tetapi, saya yakin jika kita semua diberi anugerah oleh sang pencipta sebuah hati yg dapat digunakan untuk menentukan mana kira-kira arah yg tepat dan pantas untuk kita tuju. Oleh karena itu, jangan pernah takut dan berhenti bermimpi, karena hal tersebut tidak akan pernah membuat kita tersesat..

Sekali lagi, jangan pernah berhenti bermimpi, karena mungkin suatu saat mimpi kita semua akan menjadi kenyataan. Mimpi untuk hidup merdeka dengan garuda didada kita..

Saya, Bambang Pamungkas..

"Dirgahayu Indonesiaku, kami semua bangga menjadi bagian dari bangsa besar bernama Indonesia..."

Selesai...